BELAIN Minta Pilkada Desember Ditunda

0
59
Pengurus Besar Keluarga Besar Huamual Indonesia (PB KBHI)

Jakarta, kbhinews.co.id_Sabtu, 18/07/2020

Pilkada serentak yang akan digelar di 270 daerah yang awalnya di rencanakan pemungutan suaranya pada september 2020, dan Komisi Pemilihan Umum telah memulai tahapan penyelenggaraan sejak oktober 2019.

Namun melihat kondisi bangsa yang ada dengan merabaknya wabah Covid – 19 pada tahun 2020 ini mengakibatkan pilkada serentak yang sudah di rencanakan di tunda selama tiga bulan.

Virus yang ditetapkan oleh WHO menjadi pandemik dunia ini mengakibatkan KPU mempertimbngkan pilkada serentak pada 21 maret 2020 KPU memutuskan untuk menunda tahap pemilihan kepala daerah provinsi, kabupaten, dan walikota (pilkada) sebagai upaya pencegahan.

Penundaan itu tertuang dalam Keputusan Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan surat edaran nomor 8 tahun 2020 tentang pelaksanaan keputusan KPU tersebut.

Ditunda selama tiga bulan dan akhirnya DPR dan penyelenggara pemilu sepakat memutuskan kembali melanjutkan tahapan, kemudian hari pemungutan juga bergeser menjadi 9 desember 2020.

Tahapan pilkada mulai dilakukan pada senin 15 juni 2020, meskipun kurva Covid -19 belum melewati puncak pandemik atau belum melandai di indonesia.

Melihat hal itu direktur Bela Indonesia Gerakan Pilar Bangsa (Belain) Abdussalam Hehanussa meminta kepada Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI dan DPR RI Khususnya komisi II untuk menunda pelaksanaan pilkada serentak desember 2020 mendatang. Hal ini disampaikan Direktur Belain Alan Sampaan Akrab Abdussalam kepada kbhinews di ruang pimpinan jalan Sudirman Jakarta Pusat Pagi tadi Sabtu, 18/07/2020.

Lanjut Alan, bahwa bukan perihal kurva pandemik yang belum mengalami tren penurunan yang menjamin kondisi negara sudah dalam keadaan aman atau bebas pandemi tapi justru masih saja bertambah di Indonesia, depok misalnya update Covid-19 14 juli masih bertambah 7 kasus baru ditemukan.

Beberapa daerah di Indonesia sampai saat ini masih terus ada peningkatan jumlah kasus positif orang terpapar corona, pada kamis 16 juli 2020 untuk perkembangan Covid – 19 di Jatim misalnya angkanya sangat besar sekali, sudah mencapai 17. 549 sementara untuk meninggal dunia telah mencapai 1.352 orang. Urai Alan Menjelaskan.

Beliu juga mengisahkan sebagian besar dareah di indonesia timur dalam kondisi musim hujan justru makin meningkat kasus positif Corona, bahkan meninggal dunia pun makin bertambah. Ini yang harus dipikirkan, tuturnya.

Pilkada dengan segala prosesnya itu mengumpulkan banyak orang dan ini sangat berbahaya. WHO saja masih memberikan sinyal ketakutan ihwal pandemik ini dikarenakan semakin parah dan sulit dikendalikan Tegas Alan.

Ini menyangkut keselamatan masyarakat Indonesia. Makanya kami menolak keras pilkada serentak di laksanakan desember mendatang. Penyelenggara beserta DPR harus kembali memikirkan kondisi yang ada, kita harus prioritaskan masalah kemanusiaan di tengah pandemi ini. Tutup Alan. (AA01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here