Hasil lidik Polsek Huamual diserahkan ke Polres SBB

0
335

Huamual SBB, kbhinews.co.id_Sabtu, 30/05/2020

Polsek Huamual serius menangani kasus pemukulan terhadap dua warga Negeri Luhu yang terjadi pada rabu, 27/05/2020 kemarin.

Setelah melakukan penyelidikan terhadap satu orang saksi berinisial AL kemarin diluar dari 4 saksi awal yang ditangani lansung polres sbb, polsek Huamual lansung menyerahkan hasil lidik kepada Polres SBB untuk didalami.
“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap satu saksi kemarin, hasil lidiknya lansung kami serahkan kepada polres SBB, ucap Kapolsek Huamual Ipda Elnath Splendidt kepada kbhinews, Sabtu, 30/05/2020

Menyoal tentang aksi warga yang tidak ingin ditahan, jawab kapolsek, prinsipnya tetap dilakukan langkah persuasif untuk menjaga kondisi keamanan daerah ini dengan tidak mengabaikan proses Hukum yang sudah berjalan.
” Untuk menjaga keamanan daerah teristimewa wilayah Huamual, langkah kami (polsek Huamual) adalah melakukan langkah persuasif dengan masyarakat. Sementara untuk proses hukum tetap berjalan. kepolisian polsek Huamual maupun polres SBB tidak bisa menghentikan proses hukum yang telah berjalan hanya karena ada tekanan dari masyarakat. Pastinya proses hukum tidak dihentikan. Ucap Kapolsek tegas.

Pantauan kbhinews di lapangan, selain langkah persuasif pihak kepolisian, juga disana ada pihak TNI yang melakukan langkah yang sama dengan mengajak tokoh agama,tokoh pemuda dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama berdiskusi persoalan kesenjangan sosial Luhu-Katapang.

Pada waktu yang berbeda salah satu pemuda Luhu menuturkan bahwa, persoalan pemukulan dua warga Luhu di katapang itu hanyalah imbas dari persoalan awal pesta miras pemuda 3 Negeri dan dusun di tempat wisata batu kapal negeri Luhu. Dengan demikian hemat saya, sebenarnya pokok permasalahan ini harus bisa diungkap pihak kepolisian polsek Huamual dengan menahan mereka yang terlibat pesta miras pada Rabu, 27/05/2020. Kemarin.
” Pemuda Luhu,katapang dan Uhe pelaku pesta miras di tempat wisata batu kapal negeri Luhu adalah akar dari permasalahan yang ada. Maka penting kiranya pihak polsek Huamual harus bisa menahan pemuda asal ketiga Negeri dan dusun ini. Karena tidak akan terjadi pemukulan terhadap 2 warga negeri Luhu di katapang kalau tidak ada perayaan pesta miras disana. Ungkap Pemuda Luhu Malik Payapo yang akrab disapa kilam ini.

Lanjut Kilam, kalau pihak polsek Huamual hanya fokus pada pelaku pemukulan saja, ditakutkan sumber awal pesta miras sebagai akar dari masalah ini terabaikan dan meraka para pelaku pesta miras dengan bebas berkeliaran dan terus melakukan keonaran diwaktu dan moment yang lain. Ungkap Kilam geram.

Masih dari kilam, kebiasaan melakukan pesta miras ini bukan saja baru kali ini ditengah suana idul fitri seperi ini. Tetapi justru kebisaan generasi muda sekarang suka dengan minuman keras dan berpesta sudah terjadi sering kali setiap tahun pada idul fitri seperti begini. Untuk itu pelaku pesta miras batu kapal pemicu pemukulan 2 warga Negeri Luhu ucap kilam, polsek Huamual harus bisa menangkap mereka yang sampai hari ini tidak tersentuh hukum. Pemukulan terhadap 2 warga Luhu sekali lagi saya katakan ini hanyalah imbas dari akar permasalahan yang bukan pokok dari peristiwa yang terjadi sehingga akar ini yang harus diangkat. Tutur Kilam

Mengakhiri pembicaraan, Kilam menyampaikan apresiasinya terhadap kerja kepolisian polsek Huamual maupun Polres SBB, dengan tetap konsisten terhadap proses hukum yang sementara didalaminya. Apresiasi juga disampaikan kepada Pihak TNI atas langkah persuasifnya mendatangi dan duduk bersama warga . (MT05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here