KEPALA RANTING PLN LUHU PENUHI PANGGILAN DPRD SBB

1
1159

SBB Maluku, kbhinews.co.id_Rabu, 13/05/2020

Kepala Ranting PLN Luhu penuhi panggilan Kedua setelah mangkir dari pangilan pertama DPRD SBB pada selasa, 12/05/2020 kemarin.

Dalam keterangan Rapat dengar pendapat (RDP) kepala PLN Ranting Luhu dengan DPRD SBB bagian Komisi III menjelaskan bahwa persoalan pemadaman lampu bukan karena ada Mafia minyak seperti yang dicurigai salah satu warga Luhu dalam pemberitaan kbhinews beberapa waktu lalu tetapi pemandaman lampu di Luhu dan sekitarnya disebabkan karena terjadi devisit daya pada mesin yang ada sehingga tidak mampu melayani masyarakat secara menyeluruh.

” kapasitas mesin (divisit daya) dengan jumlah pelanggan tidak seimbang sehingga membuat kondisi mesin tidak mampu untuk melayani pelanggan. selain itu juga terjadi kendala dilapangan terkait jaringan yang ada seperti kayu tumbang dan kelelawar mati bergelantungan pada jaringan, Ungkap Kepala Ranting PLN Luhu dihadapan Komisi III DPRD SBB. Menanggapi keterangan kepala Ranting, Sekretaris komisi III DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Seram Bagian Barat Yanto Samanery Menyampaikan bahwa, ini adalah alasan klasik.

” Pemadaman lampu hari ini bukan menjadi persoalan baru bagi kita. Pemadaman lampu ini kalau mau jujur sudah sejak lama, sebelum saya menjadi Anggota DPRD sampai sudah jadi Anggota DPRD juga pemadaman ini masih terjadi. Semestinya kalau alasannya karena terjadi devisit daya, ini sudah harus disampaikan kepada Pimpinan Rayon di Hitu dan juga kepada Pimpinan PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara di Ambon untuk bisa diselesaikan, bukan kemudian dibiarkan berlarut-larus seperti ini. Ucap Sekretaris Komisi III Yanto Samanery Geram.

Lanjut Samanery yang juga wakil Sekretaris DPD PAN SBB menyebutkan Bahwa,hal yang sangat mustahil ketika PLN Luhu mengalami devisit daya tapi pemasangan jaringan baru tetap dilakukan. Sudah begitu, ketetapan baku Pemasangan setiap rumah untuk Daya 900watt,- juga keluar dari ketentuan yang ada. Malahan di Luhu untuk pelanggan baru di banrul dengan harga Rp. 1.200.000,- per rumah yang dipasang. Menanggapi harga pasang lampu, kepala PLN ranting Luhu mengakui kalau harga Rp. 1.200.000 itu atas inisiatif Kepala Rayon Hitu. Ucap Samanery

Selain itu, Samanery dalam kesempatan RDP mendesak pimpinan DPRD SBB untuk segera menyurati pimpinan Rayon Hitu dan Pimpinan PT PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk sebisa mungkin mengevaluasi kerja kepala ranting PLN Luhu sekaligus meminta Rayon PLN Luhu di Hitu dipindahkan ke PLN Piru guna mempermudah kontrol dan koordinasi DPRD SBB Pemerintah Daerah SBB dan Juga Rayon yang ada.
“Saya menyampaikan kepada pimpinan dewan untuk segera menyurati pimpinan Rayon di Hitu dan PT PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara agar kiranya dapat mengevaluasi kerja pimpinan PLN Ranting Luhu dan meminta agar Rayon PLN Luhu di Hitu dipindahkan ke PLN Piru guna mempermudah kontrol Dewan, Pemda dan Rayon terhadap PLN Luhu. Selain itu, sesuai instruksi Presiden RI kepada PT PLN untuk seluruh Indonesia PLN harus memberikan pelayanan sampai pada pelosok Desa. Dengan demikian PLN Ranting Luhu sudah harus dinyalakan 24 jam. Bukan lagi 12 jam Seperti yang terjadi di Luhu dan sekitarnya sekarang ini. Ucap Samanery.

Kita juga mempertanyakan dan mendesak kepala PLN Ranting Luhu agar mensosialisasikan PLN Gratis sesuai instruksi presiden sebagai bagian dari kebijakan pemerintah terkait dampak covid-19 yang hari ini menjadi pandemi global,

Lebih dalam Samanery menyampaikan, pada kesempatan RDT meminta kepada pimpinan DPRD setelah selasai lebaran kami dari komisi III DPRD SBB akan berkunjung ke PLN wilayah untuk menyampaikan Kondisi PLN di Luhu sekarang dan meminta pimpinan wilayah sesegera bisa mempercepat penyelesain problem PLN Luhu yang ada serta beberapa daerah lainnya yg masih terkendala dengan kebutuhan pasokan listrik, seperti taniwel dan beberapa daerah lain, karena Kita tau bahwa kesejahteraan masyarakat SBB khusus (luhu dan sekitar) tidak bisa dilepas pisahkan dengan kebutuhan listrik yang ada. Dengan keadaan sering mati lampu tentu ini sama dengan menghambat laju pertumbuhan para pelaku ekonomi kecil dan menegah yang ada disana.

“Melalui Komisi III saya menyampaikan kepada pimpinan DPRD SBB agar kiranya segala persoalan yang ada di PLN Luhu sesuai keterangan kepala ranting, yang kebetulan juga hadir dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) yang dipimpin oleh pimpinan DPRD SBB, agar setelah lebaran Komisi III perlu mendatangi Pimpinan wilayah Maluku dan Maluku Utara di ambon untuk segera melakukan upaya-upaya terkait problem dimaksud agar PLN Luhu bisa dengan baik memenuhi pelayanannya kepada masyarakat 1×24 jam, dan hal itu sangat direspon baik oleh pimpinan. Tutup Sekretaris komisi III DPRD SBB YANTO SAMANERY (RN16)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here