Komunitas Pattimalaka Motori Seni Bela Diri “AHO’O LANGKAH” Negeri Luhu

0
239
Dewan Pimpinan Pusat Keluarga Besar Huamual Indonesia ( DPP KBHI )

KbhiNews.co.id_Jum’at,14/03/202

Luhu Huamual, KbhiNews.co.id_Seni Bela Diri Masyarakat Adat Negeri Luhu, atau disebut masyarakat setempat Oho’o Langka. salah satu bagian dari hampir 500 ribuan jenis bela diri.Aliran kebatinan yang menjadi puncak tertinggi dalam Seni bela diri di Nusantara, yang dipertontonkan sebagai seni hiburan sejak abad ke-16 M. Setelah masa perang usai dimana pertunjukan ini disunguhkan sebagai tarian penyambut tamu-tamu penting yang datang ke Negeri Luhu.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuputan Seram Bagian Barat, Kecamatan Huamual. Rasid Lisaholith, yang turut hadir dalam pertunjukan seni ini sangat mengapresiasi Seni budaya yang dimotori oleh komunitas yang memainya Pattimalaka. “Saya apresiasi terhadap Budaya yang dimotori oleh Komunitas PATTIMALAKA yang telah melestarikan Budaya Negeri Luhu, sudah sepatutnya generasi muda negeri luhu melakukan hal positif seperti begini. Dengan adanya kepedulian generasi kita seperti ini, beta (saya) yakin seni dan budaya yang dititipkan oleh lehur-luhur negeri ini tidak akan pernah lekang termakan waktu. Ini sangat luar biasa semoga tetap bisa dilestarikan ,”Ucapnya

Seni bela diri, yang digelar oleh Anak Negeri bukan saja satu kali, tapi sudah berulang kali. Untuk lebaran Idul Fitri, kali ini seni bela diri Aho’o langkah ini dimotori atau dikoordir oleh Komunitas PATTIMALAKA .

Kegiatan seni yang digelar setiap tahun dihari pertama lebaran idul fitri sampai hari ke tuju ini dihadiri dan disaksikan oleh Pejabat Negeri Luhu dan Staf BPD Negeri Luhu dan ribuan Masyarakat.

Ketua Umum. Alfisyahar Palisoa, Menyambut kegiatan yang sudah selenggarakan oleh Komunitasnya,”untuk itu kami selaku Anak Negeri sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat negeri luhu. Baik yang ada di luhu maupun diperantauan untuk sama-sama kita membudayakan budaya Budaya kita ini agar tetap lestari. Sebab Seni bela diri ini hamper punah bahkan dalam.beberapa tahun lampau budaya ini sempat tidak lagi digeler. Tutupnya.(RN16)

Reporter : Anon Heluth

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here