Lindungi Usaha Lokal Pemda SBB Tolak Indomaret Masuk SBB

0
257
Dewan Pimpinan Pusat Keluarga Besar Huamual (DPP KBHI)

KbhiNews.co.id_Senin, 21/04/2021

SBB Maluku,KbhiNews.co.id_ Maraknya Isu Indomaret masuk ke Kabupaten Seram Bagian Barat sedikit meresahkan masyarakat. Terutama para pedangang tradisional atau pelaku usaha lokal. Pasalnya dengan masuknya indomaret sebuah perusahan retailer terbesar diindonesia ini ditengarai bisa mengancam ekonomi masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Kabupaten Seram Bagian Barat, Azis Sillouw oleh media menjelaskan, pihaknya baru mengetahui dari beberapa postingan di media sosial.

Menurut Sillouw, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, tidak pernah mengeluarkan izin usaha kepada pelaku usaha Indomaret di bumi Saka Mese Nusa ini.
“Saya sendiri baru tahu informasi ini dari beberapa postingan di media sosial.

“Semalam setelah acara Safari Ramadhan di Pendopo Bupati Kabupaten SBB, saya manfaatkan waktu untuk berkoordinasi dengan pak bupati SBB guna mendengar penjelasan langsung dari beliu. Dengan tegas beliau mengatakan tidak pernah mengizinkan perusahan tersebut masuk ke SBB.” Jelasnya.

Bila perusahan semacam Indomaret masuk ke Kabupaten SBB akan sangat berdampak pada ekonomi masyarakat dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Ini yang menjadi Alasan kenapa Pak Bupati menolak perusahan indomeret ini masuk SBB. Sebab dengan masuknya perusahan tersebut di wilayah kita, bukan saja berpengaru buruk terhadap usaha lokal atau tradisiol saja tetap separuh uang daerah dibawah pergi keluar daerah. Itu yang tidak mau. Sambung Sillouw Meniru ucapan Bupati SBB.

Saat ini Pemda SBB sendir lagi merencanakan pendirian minimarket milik daerah melalui BUMD, PT Saka Mese Nusa Utama salah satu rencana bisnis yang sudah disetujui Kemendagri.
“Justru saat ini kami lagi fokus membangun BUMD agar secepatnya sudah harus memulai usahanya. Dan Minimarket adalah salah satu rencana bisnis yang sudah disetujui Kemendagri .

Minimarket milik BUMD adalah salah satu rencana bisnis yang bertujuan memutus matarantai penggelontoran uang keluar daerah SBB” Jelasnya.

Mengenai benar tidaknya isu tersebut, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait masuknya Indomaret di Piru tersebut bukan melalui Pemda SBB tetapi pemilik-pemilik lahan yang bersedia melakukan kontrak dengan pihak Indomaret.

“Saya juga baru mendapatkan informasi juga kalau ternyata di Piru itu, setelah gagal mendapat izin dari Bupati, sepertinya mereka mencari jalan lain dengan menemui pemilik-pemilik lahan di Piru kemudian melakukan kontrak dengan mereka. sekali lagi disampaikan, Pemerintah Kabupaten SBB tidak pernah mengizinkan bahkan dengan tegas menolak masuknya Indomaret ke Kabupaten SBB.” Tutup Azis.(MT15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here